Capriasi Berkembang Menjadi Fashion Company yang menggunakan jalur pemasaran multi level marketing (MLM)

No public Twitter messages.

Capriasi Berkembang Menjadi Fashion Company yang menggunakan jalur pemasaran multi level marketing (MLM)

Lima tahun lalu, manajemen Capriasi sempat takut mengembangkan jaringan bisnisnya saat member menjadi 80 ribu orang. Menambah member berarti cost jadi berlipat-lipat besarnya. Dengan Oracle, tidak ada lagi ketakutan itu. Jumlah member kini menjadi 160 ribu orang, nilai bisnis tetap meningkat dan cost tetap terkendali.

Kehadiran teknologi telah banyak mengubah kehidupan manusia. Hal ini juga terjadi pada PT Capriasi Multinasional Sejahtera (Capriasi), sebuah perusahaan fashion yang menggunakan jalur pemasaran multi level marketing (MLM). Sebagai perusahaan MLM, teknologi informasi (TI) merupakan infrastruktur yang amat penting bagi Capriasi. Karena sistem keanggotaan dan perhitungan bonus tidak bisa lagi dilakukan secara manual, melainkan harus melalui komputer.

Sering kali sistem TI yang tidak dirancang dengan baik, membuat suatu perusahaan itu sulit berkembang. “Saat menggunakan aplikasi yang lama, saya sempat takut berkembang. Karena jika perusahaan berkembang, maka harus menambah orang untuk input data. Saya bertanya-tanya, sampai kapan seperti ini terus,” kata Ir Andry A Tarjono, Presiden Direktur PT Capriasi Multinasional Sejahtera.

Hal ini disebabkan sistem TI yang digunakan Capriasi sejak berdiri 14 November 1998, mengharuskan input data dilakukan secara manual di kantor pusat. Data penjualan dari para member yang saat itu sekitar 80 ribu orang, dikumpulkan oleh 68 direct agent (stockis) di seluruh Indonesia dan difax ke kantor pusat di Jakarta untuk diinput para account officer untuk dikalkulasi agar menghasilkan bonus bagi para member. “Ini merupakan saat-saat sulit, karena semakin berkembang perusahaan maka semakin banyak komputer dan account officer yang harus disiapkan. Data harus selesai diinput dan diproses dalam waktu sangat terbatas. Belum lagi tingginya faktor kesalahan input data yang berbuntut pada kalkulasi ulang,” tambah Andry.

Manajemen lantas memutuskan menggunakan Oracle serta menunjuk PT. Mitra Integrasi Informatika–anak perusahaan PT. Metrodata Electronics, Tbk untuk membangun aplikasi MLM yang baru sekaligus mengimplementasikan aplikasi tersebut. Aplikasi MLM yang baru inilah yang menjadi tulang punggung bisnis Capriasi, mulai dari membership status, transaksi dan inventori barang serta perhitungan bonus tiap stockis dan member. Sejak selesai diimplementasikan tahun 2003, tidak ada lagi ketakutan mengembangkan jaringan dengan penambahan member, tutur presdir perusahaan dengan segmen market utama wanita usia 25-35 tahun ini.

Perubahan besar yang terlihat adalah dari sisi SDM. Dari satu lantai penuh untuk input data, kini yang menangani aplikasi ini hanya 8 orang. Di departemen TI 2 orang yakni 1 orang di software dan 1 orang lagi di jaringan & hardware. Sedangkan untuk pemrosesan data ada 6 orang yang menangani 87 stockis yang tersambung dengan kantor pusat Capriasi melalui jaringan internet. Dengan pencapaian ini, Andry menegaskan, “Keuntungan pertama dengan menggunakan Oracle ini adalah hemat dari sisi SDM. Kedua, saya tidak takut lagi berkembang karena stockis bisa melakukan ordering sekaligus input data setiap hari secara online”. Stok barang juga dapat di pantau secara real time. Karena data dikirim setiap hari, kalkulasi dilakukan setiap hari juga. Dengan demikian member setiap hari dapat memantau status ordernya serta perhitungan poinnya, secara real time online. “Selain itu, keuntungan ketiga: cost efisiensi juga didapat dengan menggantikan pencetakan dan pengiriman laporan bulanan kepada para member dengan menggunakan sms.” Selain lebih hemat, juga lebih cepat.

Kini jumlah member membengkak hingga lebih dari 160 ribu orang. Ini juga dimungkinkan karena saat ini stockis dapat lebih konsentrasi mengembangkan bisnis mereka. Sistem kerjanya jauh lebih bagus karena kalkulasi stock mereka menjadi akurat. Selain itu, kepercayaan member kepada perusahaan juga sangat tinggi karena semuanya transparan. “Untuk memenuhi kebutuhan member, kami memberikan semua informasi agar dapat diakses melalui internet. Efeknya, mereka punya loyalitas kepada perusahaan karena mereka tahu persis bekerja di perusahaan yang memiliki IT system yang sangat handal,” tutur Andry dengan bangga.

Seiring perkembangan perusahaan yang sangat pesat dalam dua tahun terakhir, manajemen Capriasi lantas memutuskan untuk mengubah citra, dari perusahaan MLM menjadi perusahaan fashion yang menjual gaya hidup (life style). Ditandai dengan perubahan tagline perusahaan, dari ‘Capriasi, More than a fashion menjadi ‘Capriasi, Passion for Fashion’. Untuk menunjang itu, ada sekitar dua ribu item barang yang dihasilkan beberapa pabrik Capriasi di Jakarta, mulai dari perlengkapan wanita dan pria, asesoris, serta anak-anak.

MLM tetap dipilih sebagai jalur distribusi. Namun orientasinya berubah, kalau dulu hanya menjual produk kepada member, kini menjual produk kepada end user melalui member yang disebut fashion business consultant. Capriasi juga mendidik mereka melalui berbagai tren fashion terkini agar memiliki suatu wawasan mengenai fashion sehingga bisa memberikan masukan yang lebih baik kepada end user Capriasi.

Rubrik ini telah terbit di Majalah Kartini, No. 2171, 3-17 Agustus 2006.

Leave a Reply

%d bloggers like this: