Dirjen Pajak : Banyak Orang Kaya & Pengusaha Tak Bayar Pajak!
Kami ber-KOMITMEN..memberikan LAYANAN yang TERBAIK untuk ke-SUKSES-an USAHA.. kita bersama.. !

Dirjen Pajak : Banyak Orang Kaya & Pengusaha Tak Bayar Pajak!

JAKARTA – Dirjen Pajak Fuad Rahmany menuturkan masih banyak orang kaya yang umumnya pengusaha belum membayar pajak sekarang ini. Fuad pun mengimbau kepada mereka untuk melakukan kewajibannya tersebut.

“Masih banyak orang kaya dan pengusaha yang belum bayar pajak,maka dari itu marilah kita tingkatkan kesadaran seluruh masyarakat Indonesia akan membayar pajak,” tegas Fuad di Jakarta, Sabtu (21/5/2011).

Fuad pun mengakui sejak ada kasus Gayus Tambunan, memang kepercayaan masyarakat terhadap Ditjen Pajak menjadi menurun. “Namun itu merupakan tantangan, agar semua masyarakat Indonesia sadar akan pajak,” ungkapnya.

Dengan pajak, dia menjelaskan salah satu manfaatnya akan dapat membangun sarana infrastruktur yang juga nantinya berguna bagi masyarakat juga.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengungkapkan terkait masalah pajak, orang-orang kaya yang mempunyai penghasilan besar yang harus membayar pajak lebih. Khususnya bagi mereka yang menjalankan usaha di Indonesia.

“Yang harus membayar pajak lebih itu orang kaya, penghasilannya besar dan menjalankan usahanya di negeri ini dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan negara. Tentu akan adil bagi yang penghasilannya tinggi membayar pajak yang tinggi,” tegas belum lama ini.

Namun demikian, dikatakan SBY, yang menjadi masalah yakni menghitung berapa batas penghasilan yang terkena pajak dan berapa yang tidak kena pajak. Hal ini berkaitan dengan regulasi.

“Dan sekali lagi ini tidak boleh terjadi, banyak yang nakal, tidak membayar pajak. Padahal penghasilannya tinggi, itu tidak boleh. Ada lagi pegawai pajaknya yang tidak benar, mengambil uang. Jadi negara yah tidak dapat apa-apa,” jelasnya.

Maka dari itu, pemerintah akan menertibkan pajak agar yang seharusnya membayar pajak harus membayar. Kemudian, pegawai pajak yang gajinya sudah cukup, dilarang mengambil uang negara. Kemudian batasnya berapa, itu yang terus dilihat dan disesuaikan.
(wdi)

Sumber : http://economy.okezone.com/

admin -

Leave a Reply

%d bloggers like this: