Menyongsong Tahun yang Cerah
Kami ber-KOMITMEN..memberikan LAYANAN yang TERBAIK untuk ke-SUKSES-an USAHA.. kita bersama.. !

Menyongsong Tahun yang Cerah

Tahun 2010-2011 diprediksi sebagai tahun pemulihan ekonomi. Proyeksinya lebih cerah dibanding 2009.

Bagaimana prospek bisnis perekonomian 2010?
Tidak mudah menjawab pertanyaan ini secara pasti. Tetapi, proyeksi pertumbuhan ekonomi 2010 diperkirakan akan lebih baik dari pertumbuhan ekonomi pada 2009. Para ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan antara 5-6%.
Menurut Faisal Basri, perekonomian dunia mulai bergerak menuju pemulihan lebih cepat dari perkiraan sebelumnya. Sejak pertengahan 2009 sejumlahnegara utama di berbagai belahan dunia sudah menunjukkan perbaikan berarti. Emerging markets Asia pun menjadi bintang pemulihan. Indonesia termasuk di dalamnya,bersama dengan China, Hong Kong, Korea, dan Singapura.
Perekonomian Indonesia memang menunjukkan gejala cukup menggembirakan, demikian tulis Faisal di tabloid Kontan. Pertumbuhan ekonomi di triwulanketiga 2009 sudah kembali naik menjadi 4,2%. Nilai tukar rupiah mulai stabil di kisaran Rp 9.400 per dolarAS. Laju inflasi diharapkan bertahan di bawah 4%.
Eskpor beberapa bulan terakhir meningkat kembali, juga pertumbuhan produksi industri besar dan menengah. Penjualan sepeda motor, mobil, dan semen sudah menggeliat lebih awal.
Satu-satunya sektor yang sangat memprihatinkanialah industri manufaktur, dengan pertumbuhan
Menyongsong Tahun yang Cerah Tahun 2010 diprediksi sebagai tahun pemulihan ekonomi. Proyeksinya lebih cerah dibanding 2009.
hanya 1,3%. Tantangan bagi sektor ini bakal terus menghadang hingga tahun depan. Industri ini juga didera krisis listrik dan implementasi free trade agreement (FTA) ASEAN-China mulai 2010. Bayangkan,tanpa FTA saja kita sudah keteteran menghadapi penetrasi produk-produk manufaktur dari China. Satu lagi yang juga mesti diwaspadai tahun depan adalah potensi harga minyak yang bisa menembus 100 dollarAS per barrel.
Kendati demikian, dengan menimbang potensi serta tantangan yang dihadapi, tampaknya prospe kekonomi dan bisnis tahun 2010 akan sedikit lebihbaik ketimbang tahun 2009. Meskipun laju inflasi diperkirakan bakal lebih tinggi, namun angkanya belum akan melebihi 5,5%, sehingga tak akan mendorong peningkatan suku bunga.

Nilai tukar rupiah rata-rata untuk tahun 2010 pun diperkirakan mengalami penguatan. Jika tahun ini rata-rata nilai masih di atas Rp 10.000 per dollar AS,maka tahun depan berpotensi menguat ke sekitar Rp 9.250-9.500 per dollar AS.
Perdagangan, hotel dan restoran serta industry manufaktur adalah sektor-sektor yang diperkirakan bakal mengalami akselerasi pertumbuhan.
Penyumbang peningkatan kelompok pertama adalah perdagangan, sedangkan kelompok kedua adalah
industri otomotif, semen, dan makanan & minuman. Peningkatan bisa lebih tinggi seandainya pembenahan logistik dan persoalan listrik bisa cepat teratasi.

Kreatif dan Inovatif
Bagaimana dengan industri DS/MLM sendiri?
Dengan proyeksi 2010 yang cerah, perusahaanperusahaan DS/MLM diperkirakan bakal lebih ekspansif dalam mengembangkan bisnisnya ketimbang tahun lalu. Simak saja komentar Sartana Ramelan. Senior Business Development Manager Tahitian Noni Indonesia ini yakin bahwa prospek bisnis MLM sangat bagus tahun depan. Harga dolar tidak begitu dikhawatirkan karena tahun 2009 pertumbuhan ekonomi Indonesia stabil. Bahkan dibanding negara-negara lain, Indonesia termasuk yang cepat pulih dari hantaman krisis keuangan global.
Peluang bisnis DS/MLM jelas masih besar karena hampir tiap hari ada perusahaan MLM baru yang masuk.

“Tapi peluang besar itu hanya akan diperoleh oleh orang-orang yang menyadari dan menginginkan sukses dan mau membayarnya dengan usaha yang pantas, yang lebih keras daripada usaha sebelumnya,”
tegas Sartana.

Karena itu, sebelum melangkah diperlukan revitalisasi internal terlebih dulu: keunggulan-keunggulan apa yang hendakditonjolkan, konsolidasi, dan membangun jaringan organisasi.
Untuk 2010, Tahitian Noni Indonesia menargetkan pertumbuhan bisnisnya dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Salah satu caranya adalah dengan memperluas penetrasi pasar di luar Pulau Jawa. Upaya ke arah sana telah dirintis sejak akhir tahun ini dengan membuka kantor cabang di Makassar untuk melayani pelanggan di Indonesia Timur. “Tahun depan kami akan buka kantor cabang di Medan sehingga wilayah Timur dan Barat terlayani
dengan baik,” lanjut Sartana.

Sementara itu, Andrew Ho, Managing DirectorKangsen Kenko Indonesia juga menyatakan tetap optimistis bisnis akan lebih baik lagi pada 2010. Tapi, ia mengingatkan, untuk itu diperlukan upaya yang lebih kreatif dan inovatif dalam memperluas customerbase. “Pertumbuhan industri ini tahun depan diperkirakan 20-25%. Market tetap ada, tapi untuk
merebut [market] yang baru diperlukan strategi yang baru pula,” ujarnya.
Andrew melihat, salah satu tantangan industri DS/MLM tahun depan adalah ketatnya perizinan dari Badan POM. Untuk menyiasati hal itu, ia menyarankan agar pebisnis DS/MLM berupayamenambah lini produknya dengan produk-produk non-kesehatan atau kecantikan.

Menggarap pasar di daerah luar Jawa juga dilihatAndrew sebagai salah satu strategi jitu dalam
memperluas customer base. “Tahun ini inflasi di daerahlebih tinggi [konsumsi lebih tinggi] dan ini berarti
peluang untuk memasarkan produk-produk MLM,”katanya.
Namun, upaya membuat pelanggan beralih keproduk kita bukanlah perkara mudah. Bagaimanacaranya?

Menurut Andrew, paradigma lama harus berubah. Ia meyarankan agar pelaku bisnis DS/MLM menerapkan blue ocean strategy—strategi menciptakan sesuatu yang baru serta membuat pesaing menjadi tidak relevan. Dalam hal ini, para pebisnis jangan lagi bertarung di pasar produk-produk MLM yangsudah crowded, tapi harus berani menawarkan jenis produk-produk konvensional yang belum beredar dipasar MLM. Dengan begitu kue pasar MLM akan bertambah besar.

Nah, peluang kini terbentang lebar. Akan tetapi,semua ini tergantung dari kejelian strategi para pelaku
DS/MLM dalam mengubahnya menjadi sesuatu yang profitable. Selamat menyongsong tahun 2008! [eses]

admin -

Leave a Reply

%d bloggers like this: