Siapa Bilang Dream For Freedom (D4F) Investasi Bodong?
Kami ber-KOMITMEN..memberikan LAYANAN yang TERBAIK untuk ke-SUKSES-an USAHA.. kita bersama.. !

Siapa Bilang Dream For Freedom (D4F) Investasi Bodong?

d4f-frontKegiatan Dream For Freedom (D4F) jauh-jauh hari telah dibahas di website ini sebagai money game ponzi, alias permainan uang semata dan bukan investasi namun tetap saja menarik ribuan anggota. Meski sangat beresiko, money game memang sepertinya masih lebih menarik dibanding investasi legal. Bukan hanya Dream For Freedom, sejumlah money game sangat marak beroperasi merambah masyarakat kota sampai pedesaan dalam aneka bentuk. Mulai dari yang menyamar sebagai koperasi, MLM gadungan, sampai (seolah) bisnis emas. Korban terus berjatuhan, tetapi pemerintah tak punya taring untuk mencegah hal serupa yang terus berulang. Pemerintah baru sebatas pemadam kebakaran yang menyisakan bara.
Kasus terakhir tentulah penangkapan artis Sandy Tumiwa, yang sebelumnya dilaporkan sejumlah investornya karena dianggap melakukan penipuan investasi melalui PT CSM Bintang Indonesia. Lalu kini, setelah beroperasi sekian lama, pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyatakan Dream For Freedom sebagai investasi bodong. Sebagaimana dilansir Okezone.com, OJK menanggap D4F sudah meresahkan karena semakin agresif dalam merekrut member melalui iklan, sampai aplikasi di gadget.
Investasi Bodong?
Meskipun, sudah menyebut D4F sebagai investasi bodong, OJK ternyata tidak bisa juga menyetop aksi transfer-transferan duit (dengan dalih saling bantu) antar rekening para member D4F. Peringatan OJK pun hanya angin lalu. Bisa jadi karena meski melibatkan dana masyarakat, kegiatan D4F tak terjangkau aturan OJK yang hanya mengatur bisnis tradisional seperti perbankan, asuransi dan lembaga keuangan non-perbankan lainnya. Money game ponzi yang telah ada sejak lama, tak ingin disentuh, apalagi ditegaskan pelarangannya. Bisa juga karena evolusi money game juga makin canggih dan beragam sehingga akan menyulitkan deteksinya tanpa pelibatan pihak-pihak yang memahami modus-modusnya.
Dalam kasus Dream For Freedom, tidak banyak yang bisa dilakukan untuk melakukan pencegahan. Aturan yang melarang money game (terutama yang bermodus ponzi) pun belum ada. Makanya pernyataan Kepala Departemen Perlindungan Konsumen OJK, Anto Prabowo bahwa OJK tidak bisa menindak D4F disebabkan izin dari kegiatan ini berasal dari Kementerian Perdagangan; juga tidak tepat. UU no. 7 tahun 2014 tentang Perdagangan tidak pernah mengatur money game berupa ponzi. Yang dilarang dalam UU Perdagangan adalah perdagangan dengan skema piramida (pyramid scheme), yang memang tak kalah marak saat ini. Itupun belum ada taringnya, karena Kementerian Perdagangan tak kunjung mengeluarkan definisi apalagi petunjuk pelaksanaannya. Jadi lempar bola OJK soal D4F ke Kementerian Perdagangan juga tidak tepat, semakin melapangkan bisnis semacam ini.
Pihak berwajib pun hanya bisa pasif, menuggu jatuhnya korban. Upaya penangkapan baru dilakukan bila ada korban yang merasa tidak puas, walau sudah sempat juga menikmati nikmatnya investasi bodong. Dari laporan inilah polisi baru bergerak. Namun dapat dipastikan bahwa penyelesaian tidak akan berpihak kepada korban. Dari sejumlah kasus yang ditangani pihak berwajib, tidak ada yang berujung pada pengembalian hak-hak para korban. Tidak sedikit pelaku kejahatan malah divonis ringan, bahkan bebas berkeliaran. Akibatnya, masyarakat menjadi tak berpengharapan. Selain itu, aparat pemerintah bahkan pemuka agama juga seringkali menjadi anggota bahkan leader dalam bisnis semacam ini.
Sebagai informasi, di negara-negara yang lebih maju, ponzi scheme ditangani dengan serius, biasanya oleh lembaga sejenis OJK, dan pyramid scheme diawasi oleh instansi yang mengatur perdagangan.
Karena gagal paham inilah, Dream For Freedom (dan bisnis semacamnya) masih akan melenggang kangkung tak tersentuh. D4F selama ini berkelit dan mengatakan bahwa mereka bukanlah investasi karena tidak mengumpulkan duit masyarakat. Karenanya tak layak disebut investasi. Namun, apakah memang demikian? Satgas Investigasi sudah sangat lengkap bila ingin menginvestigasi lebih jauh. Bukankah datanya ada tersedia, dananya pun ditransfer melalui rekening-rekening di bank terkemuka. Jadi, sepanjang OJK dan pihak terkait lainnya tidak mau melangkah lebih jauh, semarak pesta para pelaku money game masih akan terus berlangsung.
Apakah Dream For Freedom merupakan aktivitas bodong? Mereka masih membayar bonus membernya lho. Yang bisa disimpulkan hanyalah bahwa: Dream Fro Freedom bukanlah investasi, melainkan hanya money game. Pihak terkait tentu bisa mengatakan lebih banyak dari itu. Kita tunggu saja aksi mereka, jika memang mau bekerja lebih dalam. (AL_S)

sumber : http://howmoneyindonesia.com/2015/12/03/siapa-bilang-dream-for-freedom-d4f-investasi-bodong/

admin -

Leave a Reply

%d bloggers like this: