Skema Ponzi di Bisnis Umrah Harus Dilarang

No public Twitter messages.

Skema Ponzi di Bisnis Umrah Harus Dilarang

HAJIUMRAHNEWS – Pemerintah harus menertibkan sistem pemasaran haji dan umrah dengan skema ponzi seperti dilakukan oleh banyak biro travel yang menawarkan paket umrah dengan harga sangat murah.

“Skema Ponzi ini akan berjalan jika sumber yang masuk dan keluar berimbang atau yang masuk lebih banyak. Kalau sumbernya di belakang mulai stack atau berkurang, repot nanti untuk membiayai yang di depan. Ini yang terjadi di travel-travel yang menawarkan paket umrah murah,” kata Ketua Umum Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji (Himpuh) Baluki Ahmad kepada hajiumrahnews di Jakarta, Kamis (24/3).

Menurut wikipedia, skema Ponzi adalah modus investasi palsu yang membayarkan keuntungan kepada investor dari uang mereka sendiri atau uang yang dibayarkan oleh investor berikutnya, bukan dari keuntungan yang diperoleh oleh individu atau organisasi yang menjalankan operasi.

Skema yang dicetuskan oleh Charles Ponzi ini biasanya membujuk investor baru dengan menawarkan keuntungan yang lebih tinggi dibandingkan investasi lain, dalam jangka pendek dengan tingkat pengembalian abnormal yang tinggi atau luar biasa konsisten. Kelangsungan dari pengembalian yang tinggi tersebut membutuhkan aliran yang terus meningkat dari uang yang didapat dari investor baru untuk menjaga skema ini terus berjalan.

Skema Ponzi ini diduga dilakukan oleh First Travel dan beberapa travel lain yang menjual harga paket umrah murah di bawah Rp 15 juta. Harga tersebut sangat tidak rasional mengingat harga komponen biaya umrah jauh di atas harga paket tersebut.

Untuk biaya penerbangan saja, jika menggunakan maskapai kelas medium saat ini sekitar US$ 900 PP atau Rp 12 jutaan. Belum lagi biaya hotel dan transportasi di Arab Saudi. Sebab itu, operasional biro travel tersebut tidak mengandalkan pada keuntungan dari harga paket yang dijual, tapi dari uang yang masuk dari calon jamaah baru.

Menurut data Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, sejak Desember 2015 sampai Maret ini setidaknya ada 10.772 calon jamaah umrah yang menjadi korban dari travel-travel umrah yang menawarkan harga sangat murah ini. Meskipun mereka sudah membayar lunas, travel tersebut tidak juga memberangkatkan jamaah sesuai janjinya.

Menurut Baluki, tiga bulan lalu ia sempat didatangi oleh salah satu biro travel umrah yang selama ini menawarkan paket umrah murah dengan harga sekitar Rp 14 juta. Biro travel tersebut ingin menjadi anggota Himpuh.

“Setelah saya tanya bagaimana bisa menjual harga 14 juta, sedangkan mereka tidak punya usaha lain, akhirnya mereka mengaku bahwa operasionalnya didukung oleh jamaah yang mendaftar berikutnya. Terbukti kemarin kan mereka bermasalah,” kata Baluki merujuk pada kasus jamaah umrah Garuda Angkasa Mandiri.

Ironisnya, menurut Baluki, masyarakat masih tidak sadar juga dengan ‘bom waktu’ dari travel umrah murah yang setiap saat bisa meledak. Sebagian masyarakat justru menilai penyelenggara umrah yang menjual harga standar dinilai mengambil untung terlalu gede.

“Kami ini berusaha memberikan pelayanan terbaik kepada jamaah, tentunya dengan harga yang wajar,” kata Baluki. (nrd)

sumber : hajiumrahnews.com

admin -

Leave a Reply

%d bloggers like this: